Sesungguhnya apabila seseorang itu berfikir dan meneliti kejadian alam ini maka ia dapat petunjuk ALLAH S.W.T yang telah menjadikannya.
1. Melihat sesuatu kejadian yang ada disekeliling kita seperti kursi atau meja dan sebagainya maka kita dapati kursi atau meja tersebut tidak boleh ada dengan sendirinya melainkan ada yang membuatnya dan yang mengadakannya.
Maka dengan itu kita beri’tiad dan percaya alam ini tidak boleh ada dengan sendirinya melainkan ada yang menjadikan dan menciptakannya tentulah ALLAH S.W.T yang Maha Pencipta.
2. Kita meneliti dan mengkaji dengan lebih jauh lagi akan perbuatan-perbuatan orang yang membuat kursi atau meja ada yang berbagai bentuk rupa, yang mana mereka sentiasa membuat dan mengukir kusi atau meja tadi dengan lebih baik dan lebih halus lagi ukirannya tetapi tidak pernah lengkap dan sempurna.
Maka itu kelemahan dan kekurangan manusia yang mengikut kadar dan ilmu serta kekuatan yang dianugerahkan oleh ALLAH Ta’ala. Maka kita menyadari bahwa ALLAH Ta’ala adalah maha sempurna di dalam mencipta kejadian alam ini.
3. Kita melihat akan kejadian langit dan bumi ini dan alam cakrawala ini daripada manusia, bulan, matahari, hewan, tumbuh-tumbuhan yang mana setiap jenis dijadikan dengan cukup lengkap sempurna. Contohnya manusia dijadikan adalah sebaik-baik kejadian yaitu : Berakal, Bertutur, mendengar dan lain-lain sifat lagi.
Dan apabila kita perhatikan alam cakrawala seperti bumi, langit, bulan, matahari dan lain-lain yang mana semuanya dicipta untuk manfaat dan keperluan semua makhluk yang mana semua itu melemahkan akal para cerdik pandai memikirkan segala kejadian tersebut yang tiada tolok bandingnya. Maka nyatalah di sini bahwa penciptanya mempunyai kuasa yang maha sempurna, Ilmu yang Maha luas dan bersifat dengan segala sifat kesempurnaan yang Maha suci dari segala sifat kekurangan.
Sesungguhnya dari kaedah Syar’iyyah dan berita para Nabi bahwa yang menjadikan alam ini ialah ALLAH S.W.T karena segala perbuatannya menunjukkan bekas bagi segala sifat yang Maha Suci dan tidaklah makhluk dapat mengetahui hakikatnya karena segala makhluk ciptaanNya sentiasa bersifat lemah segala kekurangan.
Rujukan : (Kitab Risalah Tauhid - Abdul Ghani Yahya)

dan tanggung jawab pun semakin berat. Tapi ya mau gimana lagi ini lah hidup mau gak mau ya… harus dijalanin. Cahyoo fahri tunjukan aksimu … diajaran baru ini. Mudah - mudahan di tahun ajaran baru ini saya harus bisa menentukan alur hidup dan cita - cita saya, konsen terhadap mata kuliah yang diberikan dan yang paling penting harus bisa bersosialisasi terhadap siapapun.
Keep Your Smile Guys










