.: new house for Indonesia Bloggers:.
.: new house for Indonesia Bloggers:.
Dalam rangkaian ayat Al-Qur’an mengenai puasa di bulan Ramadhan terselip suatu ayat yang secara khusus membicarakan soal berdoa. Di dalamnya Allah subhaanahu wa ta’aala perintahkan orang beriman untuk berdoa kepadaNYA. Dan ALLAH subhaanahu wa ta’aala berjanji untuk mengabulkan doa siapapun
asalkan memenuhi tiga syarat:
أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
"Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah merka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran." (QS AL-Baqarah ayat 186)
Bulan Ramadhan merupakan bulan dimana orang beriman mempunyai kesempatan begitu luas untuk berdoa kepada ALLAH subhaanahu wa ta’aala. Dan waktu-waktu mustajab (saat doa berpeluang besar dikabulkan ALLAH) tersebar dalam beberapa momen khusus sepanjang Ramadhan.
ثَلَاثَةٌ لَا تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ وَالْإِمَامُ الْعَادِلُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ
"Ada tiga golongan yang doa mereka tidak ditolak:(1) orang yang berpuasa hingga ia berbuka, (2)iman yang adil dan (3) doa orang yang dizalimi." (HR Tirmidzi 3522)
Subhanallah …! Dalam hal berdoa orang berpuasa disetarakan dengan pemimpin yang adil dan orang terzalimi. Doa orang berpuasa mustajab. Didengar, tidak ditolak ALLAH subhaanahu wa ta’aala. Bahkan dikabulkan insyaALLAH. Setiap orang yang faham hadits ini sangat bergembira menyambut Ramadhan. Sebab itu berarti selama 29 atau 30 hari selama ia berpuasa peluang doanya dikabulkan ALLAH subhaanahu wa ta’aala sangatlah luas … Dan terlebih lagi saat menjelang berbuka ketika menanti tibanya azan Magrib. KIta harus memanfaatkan kesempatan emas menjelang berbuka dengan mengajukan berbagai permintaan kepada ALLAH ta’aala. Sebab sebagian masyarakat kita malah menghabiskan waktu dengan ngobrol tidak karuan menjelang magrib di bulan Ramadhan. Padahal coba perhatikan hadits berikut:
سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ يَقُولُ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ لِلصَّائِمِ عِنْدَ فِطْرِهِ لَدَعْوَةً مَا تُرَدُّ
"Sesungguhnya orang yang berpuasa memiliki doa yang tidak tertolak pada saat berbuka." (HR Ibnu Majah 1743)
Lalu apakah lafal khusus Nabi shollallahu ‘alaih wa sallam menjelang ifthor berbuka puasa? Beliau membaca sebagaimana dijelaskan dalam hadits di bawah ini :
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَفْطَرَ قَالَ ذَهَبَ الظَّمَأُ
وَابْتَلَّتْ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
Mengapa di dalam doa berbuka Nabi shollallahu ‘alaih wa sallam mengatakan: "..dan semoga ganjaran didapatkan, insya ALLAH."?
Karena sesungguhnya yang sangat diharapkan bukan semata kegembiraan pertama sewaktu berbuka didunia, melainkan yang lebih diharapkan orang beriman ialah kegembiraan kedua yaitu saat bertemu ALLAH ta’aala di hari berbangkit kelak. Orang beriman ketika itu bergembira berjumpa ALLAH ta’aala karena puasanya sewaktu di dinia diterima olehNYA. Demikiankah Nabi shollallahu ‘alaih wa sallam bersabda dalam hadits sebagai berikut:
لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ يَفْرَحُهُمَا إِذَا أَفْطَرَ فَرِحَ وَإِذَا لَقِيَ رَبَّهُ فَرِحَ بِصَوْمِهِ
"Bagi orang yang berpuasa terdapat dua kegembiraan. Kegembiraan saat berbuka dan kegembiraan saat kelak perjumpaannya denga ALLAH ta’aala karena ibadah puasanya." (HR Bukhary 1771)

Hidup manusia di dunia adalah pergantian antara susah dan senang. Maka selama bulan Ramadhan khususnya, marilah kita membaca yang Nabi shollallahu ’alaih wa sallam biasa baca ketika menghadapi keadaan susah maupun menerima karunia. Untuk mengantisipasi kesusahan Nabi shollallahu ’alaih wa sallam melazimkan kalimat istighfar sebagaimana hadits berikut:
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ لَزِمَ الِاسْتِغْفَارَ جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا وَمِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
Sedangkan ketika menerima karunia, Nabi shollallahu ’alaih wa sallam menganjurkan kita membaca sebagaimana hadits berikut:
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَى عَبْدٍ نِعْمَةً
فَقَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ إِلَّا كَانَ الَّذِي أَعْطَاهُ أَفْضَلَ مِمَّا أَخَذَ
“Setiap orang yang diberi karunia Allah ta’aala lalu ia membaca ‘Alhamdulillah’, maka Allah ta’aala akan berikan yang lebih utama daripada apa yang telah ia terima.” (HR Ibnu Majah 3795)
Ya Allah, basahi lidah kami dengan mengingatMu selalu. Cerdaskan kami dalam mengajukan doa-doa kepada Engkau sesuai situasi dan kondisi kami masing-masing mengikuti teladan NabiMu Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam. Ya Allah, berkahilah kami di bulan Sya’ban dan Ramadhan. Amin ya rabb…
Microsoft Patenkan “Page up” & “Page down”

Microsoft memperoleh hak paten terhadap penggunaan tombol Page up & Page down. Padahal tombol itu sudah ada sejak eranya komputer IBM kurang lebih seperempat abad lalu. Microsoft disebutkan mengajukan hak paten terhadap Page up dan Page down pada 2005. Pada Agustus 2008, hak paten itu diberikan oleh United States Patent and Trademark Office (USTPO).
Seperti dikutip dari ZDNet, Senin "1 september 2008" paten bernomor 7,415,666 itu mendeskripsikan metode dan sistem dalam penampil dokumen untuk melakukan scrolling pada ukuran yang tepat dalam sebuah dokumen, misalnya satu halaman, tanpa memperdulikan apakah zoom dilakukan sehingga hanya sebagian, semua atau satu halaman saja yang terlihat. ZDNet menyebutkan, paten itu menuliskan nama Timothy Sellers, Heather Grantham dan Joshua Dersch sebagai penemunya. Meskipun, tombol keyboard Page up dan Page down sudah ada sejak sekitar seperempat abad lalu. Misalnya pada keyboard untuk IBM PC di tahun 1981.
Dalam rangkuman paten itu, disebutkan bahwa menekan tombol Page Up atau Page down akan membawa pengguna ke lokasi vertikal yang sama pada halaman berikutnya atau sebelimnya. MIsalnya, Page up dari tengah halaman akan menbawa pengguna ke tengah halaman sebelumnya. Microsoft konon kerap mendapatkan dan mengajukan paten untuk teknologi atau temuan yang kontroversial. Pasalnya, banyak pihak mengaku temuan itu sudah pernah dilakukan oleh orang lain, berdasarkana pada temuan lain atau berdasarkan pada gagasan yang umum.